CONTOH PENGUSAHA YANG SUKSES DAN PENGUSAHA GAGAL

Selasa, 22 Mei 2012

| | |

CONTOH PENGUSAHA YANG SUKSES DAN PENGUSAHA GAGAL

A.    PENGUSAHA YANG SUKSES DALAM MENJALANI USAHANYA
Andrie Wongso
Andrie Wongso
Andrie Wongso (lahir Desember 1954) adalah motivator asal Indonesia, yang lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman dan kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi full power kepada begitu banyak orang, membuat dirinya menyatakan diri sebagai The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia. Belum ada media khusus yang memberikan penghargaan ini.



Latar belakang
Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
Di usia 22 tahun, Andrie memutuskan berangkat ke Jakarta demi mengubah nasib dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan jujur. Maka dimulailah kerja sebagai salesman produk sabun sampai pelayan toko.
Kesukaannya bermain kungfu dari kecil dan kemampuannya bergaul dengan semua kalangan membawanya mendirikan perguruan kungfu Hap Kun Do. Saat film-film laga dari Taiwan merajai layar lebar perfilman Indonesia, Andrie melamar sebagai bintang film dan diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak kerja selama 3 tahun. Tahun 1980, untuk pertama kalinya Andrie ke luar negeri. Setelah melewati 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie tahu, dunia film bukanlah dunianya lalu dia memutuskan untuk
kembali ke Indonesia.
Sepulangnya ke Indonesia, dia pun memutuskan tidak akan memperpanjang kontraknya. Banyak orang menyatakan Andrie gagal karena tidak ada satu film pun yang diwakilinya sebagai bintang utama. Tetapi Andrie merasa dirinya sukses secara mental dalam memperjuangkan impian menjadi kenyataan.
Menandai setiap peristiwa yang telah dilalui, Andrie gemar menuangkannya dalam bentuk kata-kata mutiara di buku hariannya. Saat salah seorang teman kos mencontek kata-kata yang dibuatnya, dari situlah muncul ide membuat kartu ucapan kata-kata mutiara, dengan tujuan selain untuk memotivasi diri sendiri, juga untuk membantu memotivasi orang lain melalui kartu ucapan. Dibantu oleh sang kekasih Haryanti Lenny (sekarang istri), dimulailah bisnis membuat kartu dengan merk HARVEST, yang di kemudian hari, mengukuhkan Andrie sebagai raja kartu ucapan.
Kemudian diversifikasi perusahaan pun dilakukan, merambah ke bidang holografi, perusahaan mainan, pengelola beberapa foodcourt dan untuk menaungi bidang pendidikan dan kepelatihan, Andrie mendirikan AW motivation training dan AW Publising, Multimedia serta membuka beberapa outlet AW Success Shop yaitu toko pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi. Sejak tahun tahun 1989, dia menjadi pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest Fans Club di berbagai kota), dan dari sinilah, kemudian ia sering melakukan training motivasi, tidak hanya untuk Harvindo tapi juga untuk berbagai perusahaan dan instansi. Kini, ia dijuluki sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Lalu, gelarnya ditambah TBS, yang artinya Tapi Bisa Sukses. Itulah Andrie Wongso, SDTT, TBS.

Pengalaman sebagai pembicara
·         Mulai tahun 1989, sebagai pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest Fans Club di berbagai kota).
·         Tahun 1993, sebagai pembicara di "Asia Pacific Congress Direct Selling II" di Malaysia.
·         Pembicara/motivator di berbagai sekolah dan perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Atmajaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Tarumanegara, Universitas Parahyangan, Universitas Brawijaya, Universitas Satya Wacana, Universitas Diponegoro, Universitas Surabaya, Universitas Internasional Batam, Universitas Airlangga, Universitas Ciputra, ITS, UK Petra, Bina Sarana Informatika, President University, SMUK Panghudi Luhur, UNIKA Soegijapranata dll.
KISAH SUKSES ANDRIE WONGSO
MOTIVATOR TOP NOMOR 1 INDONESIA

Jalan sukses seorang Andrie Wongso bukan merupakan kisah yang mudah diceritakan dalam sekejap. Dilahirkan dengan segala keterbatasan ternyata tidak membuat Andrie Wongso menyerah. Keterbatasan itu bukan merupakan batu sandungan, justru menjadi batu pijakan untuk bangkit dan melangkah menuju sebuah kehidupan yang lebih baik.
Lahir di kota sejuk Malang, Andrie Wongso kecil hidup dalam keterbatasan finansial. Usia 22 tahun hijrah ke Jakarta karena mendapat panggilan kerja sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun. Pekerjaan sales ini cukup memberinya waktu lowong, yang diisinya dengan berlatih kungfu. Kungfu bukan sekedar bela diri, namun juga mengandung nilai-nilai kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, perjuangan dan kemauan keras. Nilai-nilai luhur ini semakin membentuk jati diri Andrie Wongso. Selain itu, ketegaran orang tua Andrie dalam menghadapi kemiskinan juga berperan besar dalam pembentukan karakter dirinya.
Ketika film-film kungfu Hongkong mem-booming di tahun 70-an, hati Andrie muda tergelitik ingin menjadi seorang bintang film. Untuk menggapai cita-cita ini, tahun 1978 Andrie berhenti bekerja dan mulai mengirimkan lamaran ke perusahaan-perusahaan film di Hongkong. Namun selama tiga bulan tak ada satu pun perusahaan film yang memanggilnya. Masa-masa itu merupakan masa yang berat bagi Andrie muda. Ia mengalami tekanan mental yang luar biasa. Tekanan hidup yang dialaminya ternyata tidak berhenti di situ saja. Pada saat bersamaan, salah satu orang tuanya meninggal. Bukan hal yang mudah bagi kita untuk membayangkan, apalagi menghadapi derita yang dialami Andrie Wongso. Andrie muda pulang ke Malang. Pada tahun 1979 kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib. Kali ini Andrie tampil sebagai seorang pelayan toko yang hanya melayani pembeli tetapi tidak bisa masuk ke dalam toko, alias setengah kuli.
Untuk mengisi waktu luang, Andrie muda yang semakin beranjak dewasa mendirikan sebuah perguruan kungfu bernama Hap Kun Do. Hingga akhirnya penghasilan dari melatih kungfu yang diperolehnya lebih besar daripada gaji sebagai pelayan toko. Di sinilah kembali muncul impian untuk menjadi bintang film. Andrie lalu keluar dari pekerjaannya dan berlatih kungfu secara intensif selama dua minggu, kemudian mengirimkan foto dan surat lamaran ke Hongkong. Meminjam istilah orang awam, dewi fortuna ternyata masih tidak berpihak kepadanya. Tiga bulan hidup dengan tanpa penghasilan bukan hal yang mudah untuk dilalui, sebab itu ia berusaha untuk memotivasi diri sendiri. Tiga bulan kemudian, buah karma baik menghampirinya. Selama tiga tahun kemudian Andrie muda berhasil mewujudkan impiannya menjadi bintang film di Taiwan, meski bukan sebagai aktor utama.
Setelah tiga tahun menekuni profesi sebagai bintang film, Andrie kembali ke Indonesia dan mulai merintis jalan sebagai seorang pengusaha pembuat kartu ucapan. Tahun 1985 lahirlah Harvest. Pada awalnya bisnis ini tidak berjalan dengan mudah, berbagai macam penolakan dan hambatan selalu menghampirinya. Dimulai dari penjualan kartu secara keliling dari sebuah kamar kost, usaha tersebut berjalan sukses. Hingga saat ini Harvest telah memiliki beberapa perusahaan pendamping. Boleh dibilang Andrie Wongso sejak tahun 80-an telah menjadi seorang motivator karena produk Harvest pada awalnya berupa kartu berisikan ucapan motivasi yang kemudian berkembang menjadi produk-produk inovatif lainnya. Tahun 1992 adalah momentum bagi Andrie Wongso untuk terjun secara total dalam bidang motivasi dari hasil 'pencerahan’ yang didapatkannya setelah mempelajari Buddhisme secara lebih mendalam.
Dalam bidang motivation training, Andrie menggagas sebuah pemikiran filosofis Action and Wisdom Motivation Training yang bersumber dari ajaran Buddha, yakni hukum tentang pikiran, hukum tentang perubahan dan hukum tentang sebab akibat. Filosofi terkenal dari Andrie Wongso adalah “Success is My Right” yang lahir enam tahun yang lalu. Pelatihan yang diberikan Andrie Wongso tidak terbatas hanya pada kalangan Buddhis, namun sudah merambah ke seluruh lapisan, baik perguruan tinggi, BUMN, perusahaan swasta, atlet dan lain-lain.



`Biografi andrie wongso – Pekerjaan Andrie wongso

Biografi-Andrie-Wongso
Pekerjaan andrie wongso bisa dibilang serabutan. Dia tidak menekuni pekerjaan tertentu. Apapun pekerjaannya, selama dia mampu maka akan dia kerjakan dengan sepenuh hati dan dengan sungguh sungguh. Pekerjaan yang pernah dia kerjakan salah satunya adalah  penjaga toko dengan gaji  Rp 30.000 per bulan.
Andie wongso  memiliki impian untuk menjadi bintang film. dia  berlatih kungfu secara intensif. Kemudian ia mengikuti casting  untuk dipilih menjadi seorang pemain film. Pada saat itu banyak orang yang menganggap remeh dia karena saingannya adalah orang – orang yang berpendidikan  dan orang – orang yang telah lama berkecimpung di dunia theater. Dan kemudian andrie wongso diterima sebagai bintang film. Itu semua tentu karena sutradara mempunyai penilaian sendiri terhadap andrie wongso.
Kemudian andrie wongso mulai mengarah pada ketenaran, dia pun mendapat tawaran menjadi foro model. Dan pada saat itu andrie wongso mulai dikenal banyak orang. dia sudah mulai diundang menjadi pembicara dalam seminar – seminar. Dan lama kelamaan andrie wongso menekuni profesi menjadi seorang motivator.
Dalam memberi motivasinya Andrie wongso sering mengatakan bahwa agar kita tidak percaya pada mitos – mitos yang menyebutkan bahwa orang yang berpendidikan rendah dan lahir dengan latar belakang kurang mampu pasti tidak berhasil. Ini telah dia buktikan pada kehidupan dia sendiri.
Dan saat ini andrie wongso sudah terkenal di indonesia. Kini andrie wongso bisa mendapat bayarannya hingga 40 juta rupiah dengan berbicara menjadi motivator selama 1,5 jam.  Dia juga telah menjadi pembicara di berbagai institusi, perusahaan, perguruan tinggi, bank, organisasi, asuransi, pemerintahan, BUMN, media cetak, media elektronik dan juga menjadi motivator atlet – altet nasional yang akan bertanding pada kejuaraan internasional.
B.     PENGUSAHA YANG GAGAL DALAM MENJALANI USAHANYA

Gl Joe Yang

GI Joe adalah seorang pengecer swasta dari barang olahraga , siap-pakai pakaian, dan suku cadang mobil , yang beroperasi di Amerika Serikat Northwestern . Didirikan pada tahun 1952, perusahaan memiliki sebanyak 31 gerai di Oregon , Washington dan Idaho .  Hal ini didasarkan di Wilsonville, Oregon . Pada tahun 2007, perusahaan ini berganti nama menjadi Joe. Pada tahun 2009, mengajukan pailit dandilikuidasi .

Sejarah abad ke 20

GI Joe mulai pada tahun 1952 ketika Edward Orkney dibeli Surplus tentara kantong tidur dan kemudian mendirikan tenda di Portland, Oregon, untuk menjual mereka kepada publik.  Orkney dijual keluar dari kantong tidur dan kemudian mulai menjual barang dagangan tentara kelebihan lain dalam toko yang kemudian dua kali lipat tahun 1956, sehingga pengecer Portland terbesar barang olahraga dan perlengkapan outdoor. 
Selama tahun 1960, Orkney dialihkan perusahaan jauh dari surplus militer dan terhadap kombinasi eklektik barang olahraga, suku cadang otomotif, dan perangkat keras; tahun 1970-an melihat perusahaan menjadi sebuah rantai di dalam wilayah metropolitan Portland , dengan lini barang dagangan memperluas untuk mencakup peralatan rumah tangga , rumput dan taman perlengkapan, dan pakaian. Pada tahun 1976, Orkney meninggal dan putranya, David Orkney, mengambil alih bisnis. Sebuah pusat distribusi ini dibangun pada 1979 di Wilsonville, dengan fasilitas yang diperluas pada tahun 1986. GI Joe membuka toko kedelapan, yang terletak di Eugene, Oregon , pada tahun 1983. Pada saat itu, perusahaan juga mengoperasikan 16 Toko Mesin Jean, dan dua rantai telah gabungan pendapatan tahunan sebesar $ 68.000.000 pada tahun 1982.
Pada tahun 1991 rantai diperluas ke Seattle pasar dan meningkat menjadi 14 toko dengan pendapatan $ 135 juta; tahun depan David Orkney mengundurkan diri sebagai CEO dan lama-karyawan Norm Daniels diasumsikan peran. Para baru Seattle toko adalah tentang ukuran yang sama dengan toko-toko daerah Portland, tapi kembali terfokus pada dua lini produk:. komponen otomotif dan barang olahraga Pada tahun 1998, perusahaan membuat rencana untuk go public dengan menerbitkan sebuah penawaran umum perdana (IPO ) saham kepada masyarakat umum.  Rencananya adalah untuk menggunakan uang tunai dari penjualan saham untuk mendanai program ekspansi untuk menjadi lebih dari sebuah rantai regional. Perusahaan bahkan diajukan dengan US Securities and Exchange Commission pada akhir tahun 1998 untuk IPO, tetapi tahun depan rencana itu ditarik ketika diharapkan harga per saham tidak setinggi seperti yang telah diharapkan oleh perusahaan. 
Pada tahun 2000, pendapatan meningkat menjadi $ 161.000.000 dari 17 toko, sehingga GI Joe adalah terbesar ke-12 barang olahraga pengecer di Amerika Serikat, dan terbesar di Pacific Northwest. Ini juga merupakan peritel terbesar 142 secara keseluruhan di Amerika Serikat oleh pendapatan pada tahun 2000.

Gl joe menjadi joe

Pada tanggal 5 Februari 2007, GI Joe dijual kepada Investor Gryphon dalam ekuitas swasta kesepakatan  yang kemudian dilaporkan sekitar $ 50 juta. 
Pada Maret 2007, perusahaan yang baru diakuisisi mengumumkan bahwa ia menjatuhkan "GI" dari namanya menjadi hanya Joe dalam rangka untuk lebih mencerminkan lini produk, yang tidak termasuk surplus militer dalam beberapa tahun. Perubahan nama ini berlaku efektif pada tanggal 1 April 2007. Juga pada tahun itu, perusahaan membuka toko 28, dan pertama di Idaho dengan sebuah toko di Meridian , dan mengumumkan rencana untuk membangun pusat distribusi baru di kantor pusatnya di Wilsonville .  Perusahaan adalah sponsor menyajikan rutin tahunan Kereta ras di Portland sebelum acara berakhir setelah balapan 2007.  Pada bulan Januari 2008, Hal Smith diganti Norm Daniels sebagai CEO perusahaan. 
Perusahaan ini mencapai tertinggi dari $ 274.000.000 pendapatan untuk tahun penjualan yang berakhir pada tahun 2008.

Kematian

Desember 2008 penjualan turun sebesar 10%, sebagian karena badai salju musim dingin di Northwest bahwa kota-kota besar lumpuh sebagai Natal mendekat. Joe kemudian jatuh ke dalam pelanggaran persyaratan pinjaman beberapa dengan pemberi pinjaman utama.  Meskipun beberapa upaya oleh pemilik untuk menanamkan modalnya ke perusahaan, para kreditur menolak untuk merestrukturisasi pinjaman dan pinjaman lebih uang untuk Joe. 
Pada tanggal 4 Maret 2009, rantai mengajukan Bab 11 kebangkrutan reorganisasi dengan harapan penjualan perusahaan.  Meskipun perusahaan berharap "bahwa beberapa bagian dari bisnis bisa bertahan hidup", "sumber tidak cukup modal" berarti bahwa perusahaan harus menerima tawaran dari likuidator, Gordon SaudaraPerusahaan mulai penjualan likuidasi pada tanggal 10 April 2009,  dan semua toko ditutup pada akhir Mei dengan 1600 karyawan diberhentikan. 
Pada Juni 2009, kontraktor umum untuk Barang Dick Sporting mengumumkan akan mulai merenovasi lokasi Joe mantan di Hillsboro, Oregon , ke dalam apa yang akan menjadi Barang Dick kedua itu Sporting di negara bagian.  Dick kemudian mengambil alih lima lokasi lain mantan Joe di Oregon, dan bersama dengan situs Hillsboro, semua telah menjadi bagian dari rencana oleh mantan manajer untuk menghidupkan kembali sebagian kecil dari perusahaan.  lain Joe di Meridian, Idaho diakuisisi oleh Dick pada Januari 2010 untuk pembukaan Maret . 
Beberapa manajer mantan berusaha untuk memulai kembali GI Joe di enam toko mantan Joe terletak di Bend, Salem, Eugene, dan tiga di daerah Portland, namun rencana berantakan pada Juli 2009.  Pada bulan Januari 2010, mantan eksekutif Joe didirikan sebuah etalase kecil di Betania, Oregon mal, dalam upaya untuk memulai sebuah versi baru dari perusahaan lama, tetapi menggunakan moniker GI asli Joe.  Dalam waktu enam bulan, upaya itu gagal setelah mantan eksekutif, kelompok yang mencakup anak dari GI Joe itu pendiri Edward Orkney, yang dituntut atas pelanggaran merek dagang oleh UFA Holdings , perusahaan yang telah memperoleh hak untuk nama dan merek dagang seperti "Merebut Weekend". Para mantan eksekutif mengira mereka memiliki legal standing karena UFA itu tidak aktif menggunakan nama tersebut.




KESIMPULAN

 

 

Tidak ada orang yang betul-betul gagal.

Saat seseorang akan memulai usaha, akan banyak kejutan yang terjadi. Bahkan sejak hari-hari pertama.
Segala sesuatunya sudah disiapkan dengan matang. Pokoknya ketika hari pertama “pintu usaha” dibuka, yang terbayang pasti bakal rame nih. Uang datang mengalir begitu banyak. Orang-orang berjubel di depan toko kita. Telpon berdering terus-menerus. Lalu kita bakalan sibuk berat.
Tetapi apa yang terjadi? Semua bayangan itu cuma mimpi di siang bolong. Seharian itu tak ada yang datang. Telpon tak juga berdering. Wah, mulai lemas deh!
Hari kedua kita lalui. Masih sama. Hari berikutnya ada mungkin satu. Tapi tetap sepi. Hati-hati. Biasanya semangat kita mulai melorot. Bayang-bayang kegagalan mulai menguat. Energi kita untuk bergerak mulai goyah. Rasa takut gagal mulai tumbuh. Nah, dalam situasi seperti itu, apa yang akan anda lakukan?
Dalam pengamatan saya pribadi, ternyata cukup banyak orang, terutama yang baru-baru mulai berwiraswasta, mengambil kesimpulan bahwa usahanya telah gagal. Lalu segera saja membuat keputusan: bubar!
Apakah benar ia gagal? Apa sih sebenarnya gagal? Menurut saya, ia belum gagal. Yang ia lakukan hanyalah berhenti terlalu dini! Terlalu cepat membuat kesimpulan dengan hanya mengandalkan data yang belum memadai.
Sebetulnya tidak ada orang yang betul-betul gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat berhenti, sebelum sampai ke puncak harapan sukses yang ia cita-citakan. Sebagian besar kisah kegagalan adalah kisah orang-orang yang menyerah sebelum waktunya.

0 komentar:

Poskan Komentar